Orkestra
Simfonik

Alat Musik Perkusi (Percussion)

Konduktor Orkestra

Keluarga Percussion atau dalam bahasa Indonesia ‘Perkusi’, adalah kategori alat musik yang memiliki anggota terbanyak. Perkusi adalah jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul, dikocok, atau digesek.

Menjadi pemain perkusi tidak semudah apa yang terlihat, karena membutuhkan banyak pengalaman dan latihan agar suara yang dihasilkan dari alat musiknya dapat sesuai dengan keharmonisan orkestra. Seorang pemain perkusi harus mampu mengontrol kekuatan dan ketepatan dalam membunyikan alat musiknya.

Beberapa alat musik perkusi memiliki nada dan suara yang dapat membunyikan not seperti pada alat musik lain, contohnya alat musik perkusi Xylophone, Timpani atau Piano. Namun beberapa alat musik perkusi tidak memiliki nada, contohnya alat musik Cymbals, Bass Drum, dan Castanets.

Alat musik perkusi bertanggung jawab dalam menentukan ritme dan ketukan dalam sebuah aransemen. Berbeda dengan musisi lain dalam sebuah orkestra, pemain perkusi terkadang bertanggung jawab untuk memainkan beberapa alat musik sekaligus.

Alat musik jenis perkusi yang paling umum digunakan dalam sebuah orkestra antara lain : Timpani, Xylophone, Cymbals, Triangle, Snare Drum, Bass Drum, Tambourine, Maracas, Gong, Chimes, Celesta dan Piano.

 

(Klik pada icon Play untuk mendengar bunyi alat musik perkusi)


Timpani

Timpani merupakan alat musik paling penting di keluarga perkusi. Timpani berbentuk seperti drum besar, namun ia begitu unik karena dapat disetel untuk berada pada nada tertentu sehingga dapat digunakan sebagai ritme maupun instrumen melodik.

Timpani menjembatani suara yang dihasilkan oleh Double Bass dan percussion, karena ia mampu mengeluarkan suara dan nada yang menggabungkan drum dan Double Bass.

Pada jaman dahulu, Timpani hanya berbentuk seperti mangkuk besar yang ditutup dengan kulit sapi atau kambing diatasnya. Berbeda dengan Timpani yang digunakan sekarang ini yang telah memiliki ‘bingkai’ dan pedal, ia pun bisa berdiri dengan kokoh.

Pemain Timpani dapat mengubah nada yang dikeluarkan dengan cara menginjak pedal agar membuat penutup yang terbuat dari kulit (atau plastik) tersebut lebih renggang ataupun tegang. Tingkat kerenggangan dari kulit penutup ini yang menentukan tinggi rendahnya nada pada Timpani.

Umumnya pada sebuah orkestra, terdapat empat buah Timpani dengan berbagai ukuran yang dimainkan oleh satu musisi.


Xylophone

Xylophone sebenarnya berasal dari Asia dan Afrika, tetapi nama xylophone sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “suara hutan” (wood sound). Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1874 pada saat seorang komposer asal Perancis, Camille Saint-Saëns, menghadirkan karyanya berjudul Danse Macabre, yang bertujuan untuk menghadirkan suara tulang dan tengkorak kematian.

Xylophone adalah satu set perkusi yang terbuat dari kayu dengan posisi tersusun secara paralel. Cara memainkannya adalah dengan dipukul menggunakan tongkat pemukul. Xylophone adalah alat perkusi yang memiliki nada.

Xylophone modern yang digunakan saat ini terbuat dari kayu yang disusun menyerupai tuts piano. Bagaimana suara yang dikeluarkan oleh Xylophone juga dapat ditentukan dengan alat pemukul yang digunakan. Jika kepala pemukulnya keras, suaranya akan tajam, namun jika pemukulnya terbuat dari bahan lembut, suaranya pun akan terdengar lebih lembut.

Ada beberapa alat musik yang serupa dengan Xylophone dan juga termasuk dalam keluarga perkusi. Alat musik tersebut antara lain : Marimba (Xylophone yang berukuran lebih besar), Vibraphone, dan Glockenspiel.

Dalam sebuah orkestra biasanya seorang musisi Xylophone juga memainkan Glockenspiel, yang merupakan versi kecil dari Xylophone.

Cymbals

Cymbals adalah jenis alat musik perkusi yang berbentuk seperti piring yang sangat lebar, umumnya terbuat dari bahan perunggu (bronze). Kadang Cymbals disebut sebagai alat musik yang menghasilkan suara paling ‘berisik’ dalam sebuah orkestra karena suaranya yang nyaring dan keras, tanpa perlu ada tune atau setelan nada.

Cymbals sendiri terdiri dari beberapa ukuran, dimana semakin besar ukurannya, semakin rendah suara yang dihasilkan. Cara memainkannya yaitu bisa dengan saling membenturkan dan menggesekkan dua buah Cymbals secara bersamaan, ataupun dengan menggunakan tongkat (mallet). Berbagai cara dan trik memainkan Cymbals yang dikuasai oleh seorang musisi dapat memberikan aksen yang bagus dalam sebuah orkestra.

Umumnya hanya dibutuhkan satu pemain Cymbals dalam sebuah orkestra, dimana ia pun memainkan alat musik perkusi lainnya.

Triangle

Triangle seperti namanya yang berarti segi tiga, memiliki bentuk segi tiga. Terbuat dari bahan besi yang agak tebal dan jika dipukul menggunakan tongkat besinya, ia mengeluarkan suara tinggi seperti dentingan.

Awal mula Triangle adalah dari alat musik jenis folk (folk instrument), dan mulai menjadi salah satu anggota keluarga alat musik orkestra sekitar tahun 1710 (Hamburg Opera).

Triangle memiliki beberapa ukuran dan ketebalan, dimana ukuran inilah yang menentukan suara yang dikeluarkan.

Snare Drum

Snare Drum merupakan sebuah drum berukuran agak kecil yang terbuat dari kayu maupun tembaga, dan penutupnya terbuat dari kulit sapi atau plastik. Snare Drum memiliki kabel dari baja atupun plastik sebagai tali senar, yang membuat suaranya menjadi unik karena menghasilkan suara seperti adanya detakan.

Mirip dengan alat musik jenis perkusi lainnya, cara memainkan Snare Drum adalah dengan dipukul dengan tongkat pemukul (drumstick). Dapat juga menggunakan tongkat kuas dan rute untuk suara yang lebih lembut.

Posisi memukul, cara memukul dan bagaimana kekuatan yang dikeluarkan oleh pemain Snare Drum, menentukan bagaimana kualitas suara yang dikeluarkan.


Bass Drum

Bass Drum atau dalam bahasa Indonesia disebut Drum Bass, merupakan jenis drum dengan ukuran diameter yang sangat besar, bahkan yang terbesar dalam jenisnya. Suara yang dihasilkan adalah nada rendah yang memberikan aksen pada nada bas.

Bentuk dan bahan dasarnya mirip dengan Snare Drum, namun tidak menggunakan ‘snare’ atau kabel - kabel disekitarnya. Bass Drum tidak memiliki nada atau melodi.

Cara memainkannya dengan dipukul dengan menggunakan tongkat pemukul dengan bahan kepala yang keras ataupun lembut. Tongkat pemukul, teknik, dan kekuatan yang disalurkan saat memukul Bass Drum menentukan bagaimana suara yang dihasilkan, entah suara yang keras menggelegar ataupun suara lembut dan dalam.

Umumnya hanya terdapat satu Bass Drum dalam sebuah orkestra yang dimainkan oleh seorang musisi, berbarengan dengan alat musik perkusi lain yang mungkin ia pegang.


Chimes

Chimes sebenarnya jika diartikan secara harafiah berarti lonceng. Namun yang dimaksud disini adalah alat musik dalam keluarga perkusi yang memiliki bunyi seperti deringan dan beberapa lonceng dengan nada tinggi.

Chimes sendiri sudah ada sejak 3000 tahun lalu, tapi baru mencapai daratan Eropa pada abad ke 11. Pada awalnya, Chimes umum digunakan sebagai lonceng jam.

Chimes sendiri terbuat dari bahan logam berbentuk panjang dan kecil-kecil yang disusun sejajar, dalam posisi digantung. Cara membunyikannya adalah menggunakan sebuah tongkat kecil dengan cara disentuh ataupun dipukul.


Tubular Bells

Tubular Bells adalah alat musik dalam keluarga perkusi yang masih punya hubungan dekat dengan Chimes. Suara yang dihasilkan pada dasarnya mirip seperti bel gereja. Tubular Bells pertama kali dikenal pada tahun 1886 di Inggris.

Tubular Bells terbuat dari bahan logam yang berbentuk tabung-tabung dengan ukuran diameter sekitar 30-38mm. Semakin panjang ukurannya, semakin rendah nada yang dihasilkan. Suara yang dihasilkan sangat jelas dan memiliki resonansi yang baik.


Piano

Piano adalah salah satu alat musik yang paling umum dan dikenal oleh semua orang. Piano masuk dalam kategori perkusi berdasarkan cara memainkannya yang memukul atau menekan tuts piano, namun pada dasarnya ia juga memiliki karakteristik alat musik string (karena memiliki string/senar), namun cara memainkannya tidak dengan dipetik ataupun digesek seperti alat musik string yang umum.

Piano memiliki total 88 tuts, yang masing-masing mengeluarkan nada berbeda dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Dalam sebuah orkestra, umumnya Piano yang memimpin suatu harmoni, dan seringkali menjadi pemain solo.

Alat musik yang memiliki cara kerja seperti Piano sebenarnya sudah ada sejak tahun 1440. Namun yang merupakan masa penting dalam sejarah Piano, adalah 19 Mei 1768, dimana Henry Walsh memberikan pertunjukan solo Piano di Dublin, disusul dua minggu kemudian di Thatched House, St. Jame’s Square, London, Christian Bach (yang merupakan anak dari J.S Bach) memberikan pertunjukan Piano, menggunakan Square Piano.

Umumnya hanya ada satu Piano dalam orkestra. Dalam orkestra modern, seringkali peranan Piano diganti dengan keyboard elektrik.