Orkestra
Simfonik

Alat Musik Gesek (Strings)

Konduktor Orkestra

Pada sebuah orkestra, yang dianggap dalam kategori alat musik gesek (strings) adalah keluarga biola/violin. Walau sebenarnya banyak alat musik gesek lain yang dimainkan dengan atau tanpa menggunakan alat penggesek (bow), yang dikenal dengan istilah chordophone.

Suara yang dihasilkan oleh alat musik gesek ditentukan oleh panjang senar, ketebalannya, berat, dan tekanannya.

Umumnya, badan alat musik gesek terbuat dari kayu (Cemara Eropa, kayu arang atau Ebony, dan pohon Maple). Sedangkan pada jaman dahulu, senarnya terbuat dari usus domba. Namun semakin maju perkembangan jaman, mengikuti kebutuhan lantangnya suara yang dikeluarkan, senar alat musik gesek dibuat dari kawat perak dan kawat baja.

 

(Klik pada icon Play untuk mendengar bunyi alat musik gesek)


Violin/Biola

Umumnya biola menjadi suara musik yang memimpin dalam sebuah orkestra dengan jumlah rata - rata sekitar 30-an biola. Biola memiliki 4 buah senar (strings) yang mampu menyuguhkan nada hingga 4 oktaf.

Biola mampu mengekspresikan berbagai rasa dalam sebuah permainannya, dari mulai musik yang sangat lembut hingga yang tegas. Semua berada pada kemampuan musisi yang menggunakannya.

Tidak ada catatan sejarah yang mengemukakan siapa orang yang menemukan biola, namun di awal kemunculannya, seorang pembuat biola yang terkenal adalah Andrea Amati (1525 - 1611). Ia adalah pendiri dari Cremonese School of Violin Making.

Pembuat instrumen jenis gesek yang paling ternama hingga saat ini adalah Antonio Stradivari (1644 - 1737). Banyak alat musik yang dihasilkannya, hingga saat ini masih digunakan oleh berbagai musisi dan berbagai orkestra ternama. Bahkan biola karya Stradivari tertua yang hingga saat ini masih disimpan, berasal dari tahun 1666 (dibawah kepemilikian Fridart Foundation).

Sebagian besar biola karya Stradivari juga berada di museum - museum ternama, seperti Smithsonian Institution National Museum of American History.

Viola

Merupakan jenis biola alto, yaitu dengan nada yang lebih rendah dibandingkan biola/violin biasa. Biola alto berukuran sedikit lebih besar dibandingkan biola/Violin biasa.

Salah satu karya yang mengutamakan biola alto sebagai solo, tercipta di abad ke-19, yaitu Harold en Italie karya Berlioz pada tahun 1834.

Teknik memainkan viola agak sedikit berbeda dengan biola/Violin biasa, terutama disebabkan oleh ukurannya yang lebih besar. Hal ini berakibat pada susunan jari yang harus lebih melebar, dan senar padaViola tidak responsif seperti Viola/Violin. Pemain Viola harus memiliki teknik dan latihan khusus agar memahami karakteristik Viola.

Cello

Violincello, atau lebih banyak dikenal dengan nama Cello, adalah keluarga biola yang memiliki nada rendah (bas), yaitu satu oktaf dibawah biola alto. Cello pertama kali dikenal pada abad ke 16, yang dibuat oleh Andrea Amati dari Cremona. Andrea Amati adalah pembuat Cello terkenal bernama “King Amati” (1572) yang hingga saat ini masih diabadikan di Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika Serikat.

Cello adalah alat musik kedua terbesar dari keluarga alat musik gesek. Seperti instrumen gesek lainnya, cara kerjanya juga dengan menggesekkan bow atau alat penggesek pada senarnya, atau dapat juga dengan cara memetik.

Karena Cello merupakan instrumen yang cukup besar, maka saat seorang musisi memainkan Cello, ujung bagian bawah Cello menyentuh lantai, sementara badan Cello berada diantara kedua kaki pemainnya.

Double Bass/String Bass

Double Bass atau biasa dikenal sebagai Bass, merupakan alat musik terbesar dari keluarga string (gesek). Bass merupakan salah satu instrumen penting dalam sebuah orkestra, karena ia menghadirkan nada dasar rendah.

Umumnya pemain Double Bass mengambil posisi duduk pada kursi tinggi, atau bisa juga berdiri, karena tubuh Double Bass yang cukup tinggi dan besar, membutuhkan sanggahan yang juga lebih kuat.

Double Bass seringkali dimainkan dengan cara dipetik, atau juga dengan gesekan menggunakan bow (alat geseknya). Double Bass merupakan instrumen yang sudah dangat tua, dan pada dasarnya tidak berubah sejak ratusan tahun yang lalu.

Harpa

Harp atau Harpa merupakan salah satu alat musik terbesar dalam rangkaian alat musik orkestra. Harpa modern memiliki 46 senar dengan jangkauan nada hingga 6 1/2 oktaf. Cara memainkan harpa adalah dengan dipetik, dan tidak menggunakan alat gesek.

Harpa juga merupakan salah satu alat musik tertua di dunia, yang bisa ditemukan dalam catatan sejarah hingga 3000 tahun sebelum masehi. Hal ini terbukti dari lukisan dinding yang ditemukan di dalam piramid, walaupun bentuknya sedikit berbeda dengan harpa yang kita kenal saat ini.