Orkestra
Simfonik

Alat Musik Tiup Woodwind

Konduktor Orkestra

Woodwind adalah keluarga alat musik tiup yang terbuat dari kayu dan juga sering dijadikan solo dalam satu komposisi.

Walau demikian, kenyataannya pada jaman sekarang ini keluarga woodwind tidak lagi sepenuhnya menggunakan bahan baku kayu, melainkan sudah dipadukan dengan logam, plastik dan kombinasi lainnya. Pada dasarnya bentuk alat musik jenis woodwind mirip seperti pipa silinder yang memanjang, dan pipa kecil untuk peniup (mouthpiece) di bagian ujungnya.

Woodwind dibagi dalam 4 varian, yaitu flute, oboe, clarinet, dan bassoons, dimana masing-masing varian memiliki jenis yang lebih spesifik lagi. Jika diurutkan, alat musik yang memiliki nada tertinggi adalah piccolo, lalu selanjutnya adalah flute, oboe, English horn, clarinet, E-flat clarinet, bass clarinet, bassoon dan contrabassoon.

 

(Klik pada icon Play untuk mendengar bunyi alat musik woodwind)


Flute

Di Indonesia dikenal dengan nama “seruling”, adalah alat musik yang memiliki nada paling tinggi. Walaupun flute tidak terbuat dari kayu, namun ia tetap berada pada keluarga woodwind. Umumnya flute dibuat dari bahan logam seperti perak, kadang terbuat dari emas.

Dalam catatan sejarah yang ada, flute dipercaya telah mulai digunakan dalam rangkaian orkestra sejak tahun 1681.

Untuk dapat mengeluarkan nada dari flute, sang pemain harus meniup pada lubang mulut di bagian ujung samping, dan memungkinkan udara untuk terpisah hingga ke lubang paling ujung dan mengeluarkan suara seperti sebuah siulan.

Jenis flute lain yang memiliki nada lebih tinggi disebut Piccolo. Kadang pemain flute bergantian memainkan flute maupun piccolo, tergantung musik yang ia mainkan dalam sebuah orkestra.


Oboe

Kata “Oboe” berarti “high wood” (kayu tinggi), yang sebenarnya mengacu pada nada yang dikeluarkan oleh alat musik tiup ini sendiri. Tidak diketahui siapa yang pertama kali menciptakan oboe, namun oboe mulai dikenal pertama kali di Paris pada tahun 1670, hingga akhirnya dalam kurun waktu 10 tahun, penggunaan Oboe semakin menyebar ke daratan Eropa lainnya.

Oboe dapat mengeluarkan suara khas yang lembut dan melankolis, dimainkan dengan cara ditiup pada bagian ujung (mouthpiece). Nada yang dihasilkan sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan flute.

Oboe jenis lain yang disebut Cor Anglais (atau English Horn) juga sering digunakan dalam rangkaian orkestra. Cor Anglais memiliki nada yang lebih rendah (tenor) dibandingkan oboe.

Clarinet

Clarinet pertama kali diciptakan pada tahun 1690 oleh pembuat alat musik woodwind terkenal, Johann Christoph Denner (1655-1707) dan anaknya, Jakob (1681-1785) dari Nuremberg.

Mirip seperti Oboe, clarinet terbuat dari kayu dan dimainkan dengan posisi vertikal.

Clarinet memiliki suara yang jernih dan terdengar romantis tergantung bagaimana cara pemainnya dalam meniup, apakah cukup kencang atau dengan sangat lembut.

Ada beberapa jenis clarinet yang umum digunakan seperti bass clarinet, ataupun contrabass clarinet. Kedua varian clarinet tersebut memiliki nada yang lebih rendah dibandingkan clarinet biasa.

Bassoon

Bassoon, yang seringkali dijuluki ‘badut orkestra’ (clown of the orchestra) merupakan keluarga alat musik woodwind yang memiliki nada bas, melengkapi keragaman dari seluruh instrumen sebuah orkestra. Bassoon juga merupakan alat musik terbesar di dalam keluarga woodwind, terutama jenis bassoon dengan nada paling rendah, yaitu contra-bassoon.

Bassoon memiliki bentuk yang unik, seperti pipa panjang dan memiliki lekukan dan banyak tuts. Ia memiliki suara yang kaya dan vibrato yang lembut, cenderung mirip dengan suara vokal penyanyi bernada bariton.

Bassoon sudah cukup lama melengkapi rangkaian orkestra karena keragaman nada yang mampu dihadirkan. Kata Bassoon sendiri mulai digunakan pada tahun 1613 di Perancis.