Orkestra
Simfonik

Orkestra & Perkembangan Anak

Tentang Orkestra

Mungkin masih banyak orang yang belum menyadari pengaruh musik orkestra dalam kehidupan seorang anak dan pengaruh positif apa yang bisa ia dapatkan jika ia merintis dan belajar untuk mengikuti kegiatan musik orkestra.

Bakat musik memang tidak dimiliki semua orang, namun tidak berbakat, bukan berarti ia tidak dapat memetik nilai positif dari sebuah musik orkestra. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah jika anak - anak tumbuh berkembang tanpa menghargai dan tidak memiliki minat sama sekali terhadap seni, salah satunya yaitu seni musik.

Sebuah orkestra bukan hanya memainkan musik secara individual, namun ia akan berada dalam sebuah kelompok yang memiliki tujuan sama, yaitu memberikan penampilan bermusik dengan harmonis dan indah sehingga enak untuk didengar, bahkan disaksikan.

Namun sebelum itu semua terjalin dengan baik, proses yang dilakukan meliputi beberapa hal utama. Berikut yang dapat mempengaruhi perkembangan anak dari orkestra yang ia tekuni :

1. Kerjasama Tim

Semua orang, terutama anak-anak, masih memiliki ego yang cukup tinggi. Ego adalah salah satu tantangan terbesar dalam kelompok orkestra, dimana selayaknya untuk memberikan performa yang indah dan harmonis, setiap individu harus belajar menyingkirkan ego-nya dari keinginan untuk tampil lebih menonjol. Namun sebaliknya, ia harus mampu memberikan kesempatan pada orang lain yang memang merupakan bagiannya untuk menonjol. Orkestra adalah sebuah tim yanng memiliki tujuan sama, dan hanya bisa diraih dengan kerjasama yang harmonis dan tidak kompetitif.

2. Pengaturan Waktu

Seorang anak akan belajar untuk lebih bertanggung jawab untuk mengatur waktunya, yaitu kapan saatnya ia harus berlatih dengan musiknya, dan kapan ia harus menyelesaikan pekerjaan sekolahnya. Ia akan belajar untuk melihat prioritas yang lebih penting untuk didahulukan. Pengaturan waktu akan membuatnya berpikir lebih dewasa mengenai kebutuhannya.

3. Meningkatkan Pengetahuan Umum

Jaman sekarang, banyak sekali anak yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi, sehingga dengan mengajaknya ikut bermusik dalam orkestra, ia pun akan belajar untuk mengetahui sejarah dan latar belakang sebuah orkestra. Orkestra merupakan musik yang membawa banyak cerita sejarah di belakangnya dan sangat baik untuk menambah wawasan seseorang mengenai seni.

4. Menurunkan Level Stress

Beberapa studi ilmiah sudah dapat membuktikan manfaat musik untuk menurunkan level stress seseorang.

Salah satu jurnal studi yang dipublikasi tanggal 5 Agustus 2013 (10.1371/journal.pone.0070156), yaitu “The Effect of Music on the Human Stress Response”, studi dilakukan oleh :
- Myriam V. Thoma (Department of Psychology, Brandeis University, Waltham, Massachusetts, United States of America)
- Roberto La Marca, Rebecca Brönnimann, Linda Finkel, Ulrike Ehlert (Clinical Psychology & Psychotherapy, University of Zürich, Zürich, Switzerland)
- Urs M. Nater (Clinical Biopsychology, University of Marburg, Marburg, Germany Pennington Biomedical Research Center, United States of America)

Studi tersebut membuktikan bahwa musik dapat menurunkan level stress dan tekanan psikologis, dibuktikan dari hasil test level hormon dan respons psikologis subjek penelitian.

Selain studi yang disebutkan, masih banyak sekali penelitian mengenai efek musik terhadap kehidupan seseorang, bahkan dalam kesehatan fisik dan proses penyembuhan.

5. Melatih perkembangan Motorik dan Fokus

Detil gerakan, kontrol tenaga, latihan membaca partitur, dsb termasuk di dalam latihan rutin dalam memainkan alat musik klasik. Setiap gerakan yang dilakukan dalam menggunakan alat musik, pada dasarnya menstimulasi rangsangan terhadap motorik kasar dan halus. Sambil ia melakukan gerakan tersebut, seorang anak juga diajak untuk fokus pada bagian harmoni yang harus ia bawakan.

Bahkan menurut Sri Muji Rakhmati, M.PSi (Psikolog Anak Berkebutuhan Khusus), musik dapat melatih anak down syndrome dalam berbicara dan berkomunikasi, serta meningkatkan rasa percaya diri.

6. Meningkatkan Rasa Apresiasi

Saat seorang anak mengikuti satu kelompok orkestra, memahami struktur organisasi, karya seni yang maha kaya, seluruh detil alat musik dan penciptaannya, kepemimpinan seorang konduktor, dan berbagai hal yang dibawa dalam sebuah orkestra, ia akan memiliki rasa apresiasi terhadap seni musik itu sendiri. Pada akhirnya ia akan lebih menghargai segala bentuk seni dan berbagai hasil karya seseorang, karena ia akan memahami bahwa karya seni memiliki nilai tinggi yang tidak mudah untuk dibuat.

Masih maraknya pembajakan dan kurangnya nilai apresiasi dari tiap individu di Indonesia merupakan bukti bahwa masih banyak orang yang tidak memahami nilai sebuah karya seni. Berbeda dengan kondisi di negara - negara maju, dimana hasil karya seni memiliki nilai jual tinggi, hak kepemilikan dan lebih banyak pihak yang memahami pentingnya sebuah hak cipta.

Jika kita tidak memulai dan memberikan pemahaman ini pada anak-anak, sampai kapanpun apresiasi terhadap nilai karya seni tidak akan pernah dapat dicapai.