Orkestra
Simfonik

Sejarah Orkestra

Tentang Orkestra

Kata “Orchestra” (Orkestra) berasal dari bahasa Yunani, yang pada awalnya merupakan sebutan untuk suatu lokasi dimana paduan suara bangsa Yunani bernyanyi dan menari. Namun di awal abad 18, kata “Orchestra” menjadi sebutan bagi para pemain itu sendiri (para musisi).

Pada abad ke-17 (awal jaman Renaissance), komposisi penggunaan alat musik yang tergabung dalam sebuah orkestra sangat beragam, berbeda - beda dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Jenis alat musik strings lebih banyak dimainkan di Italia, Perancis dan Inggris. Sementara alat musik jenis brass lebih banyak dipilih oleh bangsa Jerman.

Pada masa itu pun, musik orkestra hanya ditampilkan bagi golongan aristrokrat dan keluarga kerajaan, bahkan mereka ‘mempekerjakan’ grup orkestra dan komposernya sendiri. Seolah - olah, sebuah kelompok orkestra dan komposernya adalah orang - orang yang bekerja untuk golongan elite secara khusus.

Salah satu orkestra pertama yang mulai terlihat mirip dengan orkestra yang kita kenal di jaman sekarang, terbentuk pada tahun 1607 oleh Claudio Monteverdi (1567 - 1643). Monteverdi (Renaissance Orchestra), dalam opera-nya “Orfeo”, memiliki 40 musisi string, flute, cornetts dan trombone. Dalam masa 1 abad setelahnya (masa Johann Sebastian Bach), perkembangan orkestra terus bertambah, terutama pada alat-alat musik yang dipergunakan.

Memasuki tahun 1600-an sampai 1750, merupakan era Baroque dimana susunan musisi dalam orkestra hanya terdiri dari kelompok kecil, yaitu 6 biola, 3 viola, 2 cello, dan harpsichord. Pada jaman inilah mulai muncul cikal bakal orkestra modern, termasuk adanya opera (overture, prelude, aria, recitative dan chorus), conerto, sonata dan modern cantata. Keluarga alat musik gesek masa Renaissance (Viol) mulai diganti dengan Violin/biola, Viola dan Cello. Di masa ini juga harpsichord diciptakan.

Era Klasik mulai masuk pada tahun 1750 hingga 1830 adalah masa yang memberikan warna pada musik sonata hingga saat ini. Era ini juga membawa pada perkembangan modern concerto, symphony, sonata, trio dan quartet. Penampilan orkestra Klasik lebih terstruktur dibandingkan pada era Baroque.

Di awal abad ke-18 ini, konser publik belum pernah dilakukan karena orkestra masih dimiliki oleh kalangan atas (bangsawan dan elit) secara eksklusif. Namun akhirnya di tahun 1725, muncullah sebuah konser publik berbayar, yang dilakukan di Perancis yaitu Concerts Spirituels di sebuah aula berlokasi di Tuileries, Paris.

Dua orang komposer yang akhirnya benar-benar berdiri sendiri dan tidak bekerja dibawah kelompok bangsawan tertentu adalah Wolfgang Amadeus Mozart (1756 - 1791) dan Ludwig Van Beethoven (1770 - 1827). Musik yang diciptakan oleh Mozart dan Beethoven umumnya membutuhkan musisi hingga 40 orang.

Pada akhir abad ke-18, konser publik sudah sering diadakan walaupun masih dengan harga yang cukup tinggi. Namun, pada jaman Mozart dan Haydn, para penonton tidak duduk diam seperti sekarang ini. Mereka dapat makan, minum, bercakap-cakap, bahkan tertidur di tengah jalannya pertunjukan.

Komposer ternama di era Klasik ini antara lain Joseph Haydn dan Wolfgang Amadeus Mozart.

Tahun 1830 hingga 1860 merupakan era Romantic awal yang merupakan jaman emas bagi perkembangan virtuoso. Kesan emosional yang diwujudkan pada masa ini terasa cukup besar. Banyak karya di masa ini yang memiliki cerita dibaliknya, umumnya cerita tragis dan berisi kesedihan.

Komposer ternama di era Romantic awal ini antara lain Berlioz, Chopin, Mendelssohn, Schumann, Liszt, dan Verdi.

Era Romantik Akhir (1860 - 1920) merupakan masa dimana musik yang tercipta dari ekspresi emosi komposernya terasa lebih mendalam. Contohnya yaitu muncul karya dari Tchaikovsky yang berisikan penderitaan dan kegalauan hatinya. Memasuki akhir era Romantik, banyak gaya musik baru yang lebih beragam seperti gaya nasionalis Sibelius dan Elgar, gaya impresionisme Debussy dan Ravel, dsb.

Memasuki masa modern di abad ke 20, berbagai macam teknik dan improvisasi sering dilakukan oleh para komposer dan menjadikan musik orkestra pada aransemen musik pop, tanpa meninggalkan unsur klasiknya. Konduktor semakin dikenal layaknya selebritis, juga karena ia memiliki tanggung jawab lebih banyak dan masyarakat lebih mudah mengenali figur seorang komposer dan konduktor orksetra. Pada dasarnya komposisi dasar orkestra abad ke 19 masih banyak digunakan, musik klasik masih sering dijadikan pagelaran dengan berbagai improvisasi yang kreatif.